Prosedur Jual Beli Rumah dan Tanah

jual beli rumah
jual beli rumah

Rumah menjadi kebutuhan primer bagi semua orang. Sebagai tempat bernaung dan berlindung dari panas dan hujan, maka memiliki rumah tentu menjadi idaman bagi semua orang. Lebih daripada itu, rumah juga bisa menjadi tempat pulang dan berkumpul bersama keluarga besar dan menghabiskan waktu bersama. Memang prosedur jual beli rumah cukup rumit, meski begitu, demi memiliki rumah impian, semua prosedur tersebut harus dihadapi.

Sesuai dengan Undang-Undang Pokok Agraria atau UUPA, jual beli adalah suatu proses yang bisa menjadi bukti adanya pengalihan dari pihak penjual kepada pembelinya. Prinsip dasar yang diterapkan adalah terang serta tunai yang dilakukan di hadapan pejabat berwenang dan kemudian dibayar dengan tunai. Hal ini juga berarti bahwa jika belum lunas, maka jual beli belum bisa dilakukan. Pejabat berwenang yang dimaksud disini adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT yang sudah diangkat oleh badan Pertanahan Nasional RI yang berwenang untuk membuat akta tertentu, hibah, tukar menukar dan masih banyak lagi.

Dalam proses berlangsungnya jual beli rumah, maka membutuhkan data akurat selama proses berlangsungnya, yaitu:

Data penjual
Data penjual yang perlu dilengkapi adalah:

  • Fotokopi KTP suami istri.
  • Kartu keluarga.
  • Surat nikah.
  • Sertifikat hak tanah asli yang meliputi sertifikat hak milik, sertifikat hak guna bangunan, sertifikat hak guna usaha, sertifikat hak milik.
  • Bukti pembayaran PBB 5 tahun terakhir.
  • NPWP.
  • Fotokopi surat keterangan WNI.
  • Surat bukti persetujuan suami istri.

Data pembeli
Pembeli juga wajib menyiapkan beberapa data seperti:

  • Fotokopi KTP suami istri.
  • Kartu keluarga.
  • Surat nikah.
  • NPWP.

Proses pembuatan AJB
Sebelum pembuatan AJB atau Akta Jual Beli , pihak dari PPAT akan memeriksa keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan. Penjual tersebut diwajibkan membayar pajak penghasilan dan untuk pembeli wajib membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

Pembuatan AJB
Pembuatan AJB wajib dihadiri oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli. Saksi juga perlu dihadirkan, minimal 2 orang. Kemudian pihak PPAT akan membacakan serta menjelaskan isi dari akta tersebut. Setelah terjadi persetujuan akan isi akta, maka kemudian pihak penjual dan pembeli akan menanda-tanganinya. Setelah itu akta tersebut akan diserahkan ke kantor pertanahan guna dilakukan balik nama.

Proses di kantor Pertanahan
Berkas yang harus diserahkan kepada kantor Pertanahan diantaranya:

  • Surat permohonan balik nama bertanda tangan pembeli.
  • AJB dari PAT.
  • Sertifikat hak tanah.
  • Fotokopi KTP penjual dan pembeli.
  • Bukti pelunasan pembayaran PPh dan BPHTB.

Setelah semua berkas tersebut diserahkan ke pihak kantor Pertanahan, selanjutnya akan ada tanda bukti penerimaan untuk pembeli. Nama pemegang untuk penjual kemudian akan di coret dan selanjutnya akan diberi paraf oleh kepala dari kantor Pertanahan. Setelah itu nama pembeli selaku pemegang hak atas tanah akan ditulis di halaman kolom di buku sertifikat dan tanah dengan dibubuhi tanda tangan dari kepala kantor pertanahan. Dalam waktu kiranya 14 hari, pembeli sudah berhak mengambil sertifikat yang telah dibalik nama di kantor pertanahan terdekat.

Memang untuk transaksi jual beli rumah dan tanah memerlukan kesabaran lebih dan waktu yang lama. meski begitu, patuhi segala prosedur dari negara dan siapkan dana tambahan untuk membayar beberapa tambahan biaya seperti jasa notaris. Hal ini dilakukan demi kelancaran transaksi sehingga Anda bisa dengan lebih mudah mendapatkan rumah dan tanah yang Anda beli tersebut.

0 Response to "Prosedur Jual Beli Rumah dan Tanah"

Post a Comment

wdcfawqafwef