Pinjaman Syariah Lebih Cepat dan Halal

Pinjaman Syariah
Pinjaman Syariah

Bank syariah sepertinya semakin tidak mau ketinggalan dengan bank konvensional. bank syariah sekarang ini sudah mulai mengeluarkan berbagai macam jenis pinjaman contohnya saja seperti pinjaman syariah tanpa menggunakan agunan atau yang sering disebut dengan KTA. KTA dari bank syariah ini memiliki syarat pengajuan kredit yang hampir sama dengan KTA dari bank konvensional. namun sebelum memutuskan KTA mana yang paling tepat, lebih baik Anda menyimak perbandingan antara bank syariah dengan bank konvensional untuk mengetahui mana yang sesuai untuk Anda.

Bank konvensional akan menambahkan bunga untuk mendapatkan laba perusahaan yang dihitung dengan menggunakan presentase tertentu. Besarnya bunga bergantung dari jumlah uang yang dipinjam dan waktu peminjaman. Sedangkan pada bank syariah, bank ini tidak membebankan bunga layaknya KTA konvensional, karena mereka memiliki sistem kemitraan yang sesuai syariat. Dana yang dicairkan harus digunakan untuk hal yang halal sehingga saat pengambilan, Anda harus mengatakan untuk apa sebenarnya dana tersebut. Pada prinsipnya produk KTA syariah telah mencangkup pembiayaan multiguna sehingga bisa dipergunakan untuk berbagai macam kebutuhan pembiayaan seperti haji atau umroh, membeli sepeda motor, tanah, hingga modal kerja.

Pinjaman syariah dan konvensional memiliki perbedaan. Pertama, berbunga dan tidak. Untuk pinjaman konvensional, kredit akan diberikan sesuai pinjaman perjanjian serta nasabah diberikan beban bunga saat pengembalian dana. Sedangkan untuk syariah, mereka tidak membebankan bunga karena bunga merupakan riba. bank syariah menggunakan akad jual beli dan sewa dengan perubahan kepemilikan sesuai dengan syariat. Di sistem jual beli, bank syariah akan membeli benda yang di inginkan oleh sang nasabah dan bank akan menjual benda pada nasabah menggunakan margin tertentu. Contohnya nasabah ingin melakukan pembelian mobil dengan harga 200 jutaan. Bank akan membeli mobil tersebut dan menjualnya ke nasabah dengan harga 215 jutaan.

Kedua, berbagi resiko. Untuk pinjaman di bank konvensional, nasabah akan menanggung resiko dengan sepenuhnya. Bila nasabah tidak bisa membayar cicilan, nasabah tetap harus membayar dengan ditambah bunga pinjaman. Sedangkan untuk bank syariah, bank akan menanggung sebagian resiko. Jadi, jika nasabah meminjam 200 juta untuk melakukan investasi, ternyata mengalami kerugian, bank juga akan ikut menanggung kerugiannya.

Terakhir, adanya pinjaman. Untuk dokumen pinjaman, nasabah harus menyerahkan berbagai macam dokumen mulai dari fotocopy KTPM bukti penghasilan serta slip gaji. Disini, nasabah bisa mengajukan pinjaman mulai dari 5 hingga 250 juta. Selain menyediakan pinjaman yang digunakan untuk investasi dan konsumen, bank syariah juga memiliki pinjaman modal kerja untuk nasabah yang memerlukan tambahan modal kerja, contohnya saja untuk melakukan pembelian kayu sebagai bahan produksi, atau untuk membiayai pengerjaan proyek dan yang lainnya. pinjaman modal kerja adalah pinjaman dengan jangka pendek yang digunakan untuk membiayai modal kerja usaha nasabah yang berdasarkan pada prinsip syariah.

Jika Anda menggunakan pinjaman syariah ini, Anda juga akan mendapatkan berbagai macam keuntungan, seperti:

  • Halal. Dana yang dicairkan bank syariah dijamin halal, sehingga bank syariah ini menjadi pilihan yang paling tepat untuk kaum muslim, jika Anda meragukan bank konvensional karena kehalalannya, Anda bisa memilih bank syariah,
  • Fasilitas yang sama. bank syariah memiliki fasilitas yang sama lengkap dengan bank konvensional. fiturnya memberi kemudahan untuk melakukan transaksi contohnya seperti pembayaran cicilan, internet banking dan yang lainnya,
  • Zakat. Anda bisa beribadah sembari meminjam uang karena produk dari bank syariah ini berpartisipasi membayar zakat sebesar 2,5%.


0 Response to "Pinjaman Syariah Lebih Cepat dan Halal"

Post a Comment

wdcfawqafwef