Besar Bunga Pinjaman Bank BRI Terbaru

Bunga Pinjaman Bank BRI
Bunga Pinjaman Bank BRI

Meminjam di bank biasanya dihindari karena dianggap mempunyai suku bunga yang besar sehingga akan membenahi saat mengangsur kredit tersebut. Bank konvensional seperti Bank BRI menerapkan besar suku bunga yang berbeda-beda tergantung dari faktor tertentu. Besar bunga pinjaman Bank BRI mulai tanggal 1 Mei 2016 turun menjadi 9,75% dari yang sebelumnya sebesar 12,5% dan hanya berlaku untuk kredit UMKM. Besar kecilnya suku bunga yang ditetapkan akan berpengaruh pada besar angsuran yang harus dibebankan.

Penurunan suku bunga di kredit Bank BRI untuk sektor UMKM disebabkan karena bank BRI selaku sebagai salah satu bank konvensional ingin membantu untuk menggenjot sektor UMKM sehingga bisnisnya dapat berkembang dan debitor tidak terlalu terbebani dengan angsuran yang tinggi. Selain karena alasan tersebut, terdapat faktor atau alasan lainnya yang dapat merubah besar suku bunga bank untuk pinjaman atau kredit. Pertama adalah kebutuhan dana. Jika bank kekurangan dana dan permohonan akan pinjaman di bank BRI meningkat maka bank akan meningkatkan suku bunga simpanan. Akibatnya, banyak orang yang akan tertarik untuk menyimpan uang di bank sehingga kebutuhan dana untuk pinjaman dapat terpenuhi dengan cepat.

Kedua adalah adanya persaingan. Tidak dapat dipungkiri jika Bank BRI tentunya harus bersaing dengan bank yang lainnya untuk menarik nasabah. Banyaknya nasabah juga akan berpengaruh pada banyaknya dana yang dapat dipinjamkan ke calon debitor. Untuk menarik calon debitor, maka bank seperti Bank BRI dapat menurunkan suku bunga pinjaman dan berada di bawah tingkat suku bunga dari bank pesaing serta menaikkan suku bunga simpanan.

Ketiga adalah adanya kebijakan dari pemerintah. Walaupun Bank BRI berhak untuk memutuskan berapa besar suku bunga yang ditetapkan, akan tetapi, bunga pinjaman bank BRI tidak boleh melebihi besar dari suku bunga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Tingkat suku bunga tidak boleh melebihi ataupun berada di bawah suku bunga yang telah ditetapkan. Keempat adalah target atau laba yang ingin dicapai oleh bank BRI. Bank BRI tentunya ingin mencapai target tertentu seperti memperoleh laba dalam jumlah yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika laba yang diinginkan besar, maka tingkat suku bunga pinjaman juga akan besar. Karena hal tersebut, bank seperti Bank BRI harus selalu berhati-hati dalam menaik-turunkan suku bunga sehingga bank tidak merugi.

Kelima adalah produk yang ditawarkan oleh bank. Bank BRI menyediakan beragam produk pinjaman seperti kredit BRI KKB Refinancing motor yang merupakan kredit dengan agunan BPKB kendaraan bermotor yang memiliki suku bunga antara 4,6-6,65% yang tergantung dari tenor serta jumlah kredit yang diajukan. Semakin kompetitif produk yang dikeluarkan oleh bank, maka tingkat suku bunga yang diberikan akan lebih rendah dibandingkan dengan produk lainnya. Hal tersebut disebabkan karena tingkat pengembalian dari kredit atau pinjaman yang dikeluarkan tersebut lebih terjamin.

Faktor lainnya yang menyebabkan perubahan bunga pinjaman bank BRI yaitu:

  • Jangka waktu atau tenor pinjaman. Semakin lama jangka waktu yang dibutuhkan oleh debitor untuk mengembalikan kredit tersebut maka semakin besar suku bunga yang ditetapkan.
  • Kualitas jaminan semakin likuid agunan yang diberikan maka akan semakin rendah bunga kredit yang dibebankan.
  • Hubungan yang baik antara bank dengan nasabah. Sama seperti bank lainnya, Bank BRI juga menggolongkan nasabah berdasarkan pada keloyalan serta keaktifan dari nasabah tersebut. Bank akan memberikan besar atau tingkat suku bunga yang berbeda untuk nasabah utama atau primer dibandingkan dengan nasabah biasa atau sekunder. 


0 Response to "Besar Bunga Pinjaman Bank BRI Terbaru"

Post a Comment

wdcfawqafwef